MAKALAH CAMPURAN SENYAWA

TUGAS KIMIA
CAMPURAN SENYAWA
YANG DISUSUN

Rahmad Septiadi
Ofianus Zamili
XII SM
2014 – 2015

BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Alasan kelompok ini membuat laporan tesebut  adalah tugas yang diberikan guru bidang studi kepada kelompok kami, dan juga untuk mengetahui apa reaksi yang terjadi bila air putih biasa dicampur dengan zat lai, atau senyawa lain. Dan mengetahui pengertian, sifat, jenis dan cara membuat koloid ataupun caampuran.

Rumusan Masalah
Bermula dari latar belakang masalah tersebut, kami akan mencoba menyampaikan permasalahan antara lain:
Apa hasil percobaan bila dsaring dengan ksaringan ultra, hasil dari yang disaring:
Air putih murni yang disaring kertas ultra.
Air putih yang dicampur dengan oli lalu disaring dengan kertas ultra.
Air putih yang dicampur dengan garam dan gula, lalu disaring dengan kertas ultra.
Air putih yang dicampur dengan susu bubuk, lalu disaring.
Air putih yang disaring dicampur dengan pasir lalu disaring.
Air putih yang dicampur dengan bubuk teh, lalu disaring.
Air putih yang dicampur dengan deterjen bubuk lalu disaring.
Air putih yang dicampur dengan kecap hitam, lalu disaring.
Air putih yang dicampur dengan sunlight, lalu disaring.
Apakah yang terjadi bila larutan dan campuran diatas disenter? Apa penyebabnya?
Apakah yang terjadi bila larutan dan campuran diatas diaduk?
Mengenal sifat- sifat, jenis- jenis koloid, dan cara membuat koloid.
Mengenal hidrofil dan hidrofob.

Tujuan
Dapat menentukan larutan, koloid , dan campuran dari percobaan yang di lakukan.
Dapat mengetahui sifat- sifat, jenis- jenis, cara memembuat koloid.
Mengenal apa itu hidrofil dan hidrofob.

BAB II
PEMBAHASAN
Yang Dibutuhkan :
9 gelas bening berisi air putih (air mineral)
Garam 2 sendok
Gula 2 sendok
Kecap
Teh celup 10 buah
Oli 50 ml
Pasir secukupnya
Susu bubuk 2 sendok
Sabun bubuk 2 sendok
Sabun cair 20 ml

Cara kerja :
Semua gelas berisi air putih di campur dengan masing- masing pelarut yang telah disiapkan.
Gelas 1 dibiarkan begitu saja tanpa diisi dengan pelarut apapun kecuali air putih.
Gelas 2 dicampur dengan garam dan gula.
Gelas 3 dicampur dengan susu bubuk.
Gelas 4 dicampur dengan kecap.
Gelas 5 dicampur dengan sabun bubuk.
Gelas 6 dicampur dengan sabun cair.
Gelas 7 dicampur dengan pasir.
Gelas 8 dicampur dengan 1 kantong teh celup.
Gelas 9 dicampur dengan oli.
Aduk semua gelas tersebut.
Kemudian semua campuran tersebut disaring dengan menggunkan kertas saring teh. ( bubuk teh jangan dibuang walaupun kita hanya membutuhkan saringannya saja)
Lalu senter bagian tepi gelas (dari tepi gelas ke tngah gelas).
Amati semua gelas yang deang dilakukan penerangan terhadap gelas!

Hasil Pengamatan
Gelas 1 yang saring, tidak mengalami perubahan, partikel- partikel yang ada didalam gelas 1 sangat kecil sehingga tidak tersaring. Tembus cahaya apa bila disenter karna partikelnya yang sangat kecil tidak mampu menaburkan cahaya. Inilah larutan sejati.
Gelas 2 yang disaring tidak mengalami perubahan, partikel- partikel yang ada didalam gelas 3 sangat kecil sehingga tidak tersaring. Tembus cahaya apa bila disenter karna partikelnya yang kecil.  Tidak mampu menaburkan cahaya. Ini disebut koloid. Secara makroskopis terlihat seperti homogen tetapi apa bila dilihat secara mikroskopis  terlihat heterogen.
Gelas 3 yang disaring tidak mengalami perubahan, partikel- partikel yang ada didalam gelas 3 sangat kecil sehingga tidak tersaring. Cahaya terhambat apa bila disenter karna partikelnya yang besar sekitar 10-7-10-5 cm yang mampu menaburkan cahaya. Ini disebut koloid. Secara makroskopis terlihat seperti homogen tetapi apa bila dilihat secara mikroskopis  terlihat heterogen.
Gelas 4 yang disaring tidak mengalami perubahan, partikel- partikel yang ada didalam gelas 4 sangat kecil sehingga tidak tersaring. Cahaya  apa bila disenter karna partikelnya yang besar sekitar 10-7-10-5 cm yang mampu menaburkan cahaya. Ini disebut koloid. Secara makroskopis terlihat seperti homogen tetapi apa bila dilihat secara mikroskopis  terlihat heterogen.
Gelas 5 yang disaring tidak mengalami perubahan, partikel- partikel yang ada didalam gelas 5 sangat kecil sehingga tidak tersaring. Tidak tembus cahaya apa bila disenter karna partikelnya yang kecil. Tidak mampu menaburkan cahaya. Ini disebut koloid. Secara makroskopis terlihat seperti homogen tetapi apa bila dilihat secara mikroskopis  terlihat heterogen.
Gelas 6 yang disaring tidak mengalami perubahan, partikel- partikel yang ada didalam gelas 6 sangat kecil sehingga tidak tersaring. Tidak tembus cahaya apa bila disenter karna partikelnya yang kecil. Tidak mampu menaburkan cahaya. Ini disebut koloid. Secara makroskopis terlihat seperti homogen tetapi apa bila dilihat secara mikroskopis  terlihat heterogen.
Gelas 7 yang disaring hanya tertinggal pasir disaringan tersebut. Partikel yang ada dalam gelas lumayan besay yang berkisar >10-5, sehingga apabila disenter, cahaya akan terhambat, dan apa bila dilihat secara makroskopis larutan manjadi heterogen. Ini disebut suspensi.
Gelas 8 yang disaring tidak mengalami perubahan, partikel- partikel yang ada didalam gelas 8 sangat kecil sehingga tidak tersaring. Cahaya terhambat apa bila disenter karna partikelnya yang besar sekitar 10-7-10-5 cm yang mampu menaburkan cahaya. Ini disebut koloid. Secara makroskopis terlihat seperti homogen
Gelas 9 yang disaring tidak mengalami perubahan, partikel- partikel yang ada didalam gelas 9 ada 2 partikel yang tidak dapat menyatu. Tetapi tidak dpat disaring. Apa bila disenter hanya bagian bawah nyya saja yg tembus chaya. Ini disebut koloid

Perbedaan antara larutan sejati, koloid, dan suspensi
NoLarutan sejatiKoloidSuspensi1Diameter  < 10-7cmDiameter 10-7 cm – 10-5 cmDiameter > 10-5 cm2Satu faseDua faseDua fase3JernihAgak keruhkeruh4HomogenAntara homogen dan heterogenHeterogen5Tidak dapat disaringTidak dapat disaringDapat disaring6Tidak mengendapSukar mengendapMudah mengendap7StabilRelatif stabilTidak stabil8Amikron, dapat dilihat dengan mikroskop electron, tetapi tidak dapat dilihat dengan mikroskop ultraSubmikron, dapat dilihat dengan mikroskop ultra, tetapi tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasaMikron, dapat dilihat dengan mikroskop biasa Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersi yang menyusun sistem koloid, dapat dibedakan menjadi 8 sistem koloid
NoFase terdispersiMedium pendispersiNama koloidContoh1GasCairbusaBuih sabun, ombak, limun, krem kocok (whipped cream)2GasPadatBusa padatBatu apung, lava, karet busa, biscuit3CairGasAerosol cairKabut, awan, hairspray, obat semprot4CairCairemulsiSusu, santan, minyak ikan5CairPadatgelKeju, mentega, nasi, selai, lateks, agar-agar, mutiara, semir padat, lem padat6PadatGasAerosol padatAsap, debu, buangan knalpot7PadatCairsolKanji, cat, tinta, putih telur, lumpur, semir cair, lem cair8PadatPadatSol padatTanah, kaca, permata, perunggu, kuninganCampuran gas dengan gas tidak membentuk system koloid, sebab semua gas akan bercampur homogen dalam segala perbandingan.
Sifat sifat koloid
a.Efek tyndall
Hamburan cahaya oleh partikel – partikel koloid, sehingga jalannya sinar yang melewati koloid dapat terlihat.
Sifat khas pada sistem koloid yang membedakannya dengan sistem dispersi yang lain diantaranya adalah efek Tyndall dan gerak Brown.
Efek Tyndall adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Efek ini dikemukakan oleh John Tyndall, ahli fisika berkebangsaan Inggris. Partikel dalam sistem koloid dapat berupa molekul atau ion yang berukuran cukup besar akan menghamburkan cahaya ke segala arah. Larutan sejati/larutan tidak menunjukkan efek Tyndall, karena ukuran partikelnya terlalu kecil untuk menghamburkan cahaya.
Di lingkungan kita sering terjadi efek Tyndall, diantaranya :
Terjadinya warna biru di langit pada siang hari dan warna merah atau jingga di langit pada saat matahari terbenam di ufuk barat.
Sorot lampu proyektor di gedung bioskop akan tampak jelas ketika ada asap rokok.
Sorot lampu mobil pada malam yang berkabut.
Berkas sinar matahari yang melalui celah daun pepohonan pada pagi hari yang berkabut.
b.Gerak Brown
Gerakan partikel koloid terus-menerus dengan gerak patah-patah (zig-zag), yang diakibatkan oleh adanya tumbukan antara partikel-partikel koloid dengan medium pendispersinya.
Gerak Brown adalah gerak acak (zig-zag)  partikel koloid dalam medium pendispersinya. Gerak ini ditemukan oleh Robert Brown. Gerak Brown terjadi karena adanya tumbukan yang tidak seimbang antara molekul-molekul medium terhadap partikel koloid. Semakin tinggi suhu semakin cepat gerak Brown berlangsung karena energi kinetik molekul medium meningkat sehingga menghasilkan tumbukan yang lebih kuat.Gerak Brown dalam sistem koloid menyebabkan partikel koloid tersebar merata dalam medium pendispersinya dan tidak memisah meskipun didiamkan (stabil).
c.Elektroforesa
Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik
Elektroforesis adalah pergerakan partikel koloid di bawah pengaruh medan listrik. Partikel-partikel koloid dapat bermuatan listrik karena terjadi penyerapan ion pada permukaan koloid. Kestabilan sistem koloid disebabkan adanya muatan listrik pada permukaan partikel koloid, selain karena adanya gerak Brown. Pada peristiwa elektroforesis, partikel koloid akan dinetralkan muatannya dan digumpalkan pada elektroda. Kegunaan dari sifat ini adalah untuk menentukan muatan yang dimiliki oleh suatu partikel koloid.
Pada elektroforesis ini, ke dalam elektrolit dimasukkan dua batang elektroda kemudian dihubungkan dengan sumber arus searah, maka partikel-partikel koloid akan bergerak ke salah satu elektroda tergantung pada jenis muatannya. Koloid yang bermuatan negatif akan bergerak ke anode (elektode positif) sedangkan koloid yang bermuatan positif bergerak ke katode (elektrode negatif).
d.Adsorpsi
Kemampuan partikel koloid mengikat materi di permukaan
Adsorpsi adalah proses penyerapan suatu zat di permukaan zat lain. Zat yang diserap disebut fase terserap dan zat yang menyerap disebut adsorpen. Peristiwa adsorpsi disebabkan gaya tarik molekul-molekul pada permukaan adsorpen.
Contoh pemanfaatan adsorpsi :
Penyembuhan sakit perut yang disebabkan bakteri patogen dengan serbuk karbon atau norit. Di dalam usus, norit akan menjadi koloid yang dapat mengadsorpsi zat racun(bakteri patogen)
Penjernihan air keruh dengan tawas Al2(SO4)3. Dalam air tawas terhidrolisis menjadi Al(OH)3 yang berbentuk koloid dan mampu mengadsorpsi kotoran dalam air khususnya zat warna.
Penjernihan air tebu pada pembuatan gula pasir dengan tanah diatome dan arang tulang (pemutihan gula).Zat warna dalam gula akan diadsorpsi sehingga diperoleh gula yang putih.
Adsorpsi gas oleh zat padat, misalnya pada masker gas.
Adsorbsi keringat oleh alumium stearat yang terdapat dalam rol on deodorant.
Partikel koloid mampu mengadsorpsi ion positif dan ion negatif sehingga koloid menjadi bermuatan listrik. Koloid yang bermuatan positif contohnya Fe(OH)3 dan yang bermuatan negatif contohnya As2S3.
e.Koagulasi
Koagulasi atau penggumpalan adalah peristiwa pengendapan partikel-partikel koloid sehingga fase terdispersi terpisah dari medium pendispersinya. Koagulasi disebabkan hilangnya kestabilan untuk mempertahankan partikel-partikel agar tetap tersebar di dalam medium pendispersinya. Koagulasi dapat dilakukan secara mekanis, fisis dan kimia
1)    Mekanik, menggumpalkan koloid dengan pemanasan, pengadukan, dan pendinginan. Proses ini akan mengurangi air atau ion di sekeliling koloid sehingga koloid akan mengendap.Contohnya : protein, agar-agar dalam air akan menggumpal bila didinginka.
2)    Fisis
Contoh : penggunakan alat cottrel. Alat Cottrel biasanya dipakai pada cerobong asap di industri-industri besar, untuk menggumpalkan asap dan debu. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran asap dan debu yang berbahaya. Caranya dengan melewatkan asap atau debu pada Cottrel sebelum keluar dari cerobong pabrik. Alat ini terdiri dari dua pelat elektrode listrik bertegangan tinggi. Bila sudah jenuh elektrode tersebut dibersihkan.
 3)    Kimia
Cara ini dilakukan dengan penambahan zat elektrolit ke dalam koloid.
Contoh :
-  Proses pengolahan karet dari bahan mentah (lateks) dengan menambahkan asam formiat atau cuka.
- Pembentukan delta di muara sungai
- Proses penjernihan air dengan menambahkan tawas. Tawas digunakan untuk menggumpalkan partikel koloid dalam air.
 f.Dialysis
Penghilangan muatan koloid dengan cara memasukkan koloid ke dalam membrane semipermeabel dan kemudian dimasukkan ke dalam aliran zat cair.
g.Koloid pelindung
Koloid yang dapat menstabilkan system koloid lain

Meski bahan baku Coca-Cola tidak pernah dibeberkan kepada publik, setidaknya para peneliti mencoba untuk mendeteksi kandungan apa saja yang ada pada minuman bersoda ini. Yuk simak hasil penelitian mereka seperti yang dilansir dari Daily Mail (06/07) berikut ini.

Pewarna (yang diduga memicu kanker)
Nama pewarna pada Coca-Cola bernama 4-methylimidazole (4-MI), senyawa yang diduga memicu kanker. Meski pihak Coca-Cola bersikeras minuman produksi mereka aman karena kandungan 4-MI yang tidak berbahaya, nyatanya berbagai penelitian telah membuktikan yang sebaliknya.
Kafein
Di dalam sekaleng Coca-Cola, setidaknya ada 40 mg kafein. Itu adalah setengah kadar kafein dalam secangkir teh dan sepertiga cangkir kopi. Kafein membuat detak jantung menjadi lebih cepat dan meningkatkan darah tinggi. Kafein juga membuat tubuh berhenti menyerap zat besi dari makanan. Jadi pecinta soda biasanya menderita kekurangan zat besi.
Gula
Baik Coca-Cola biasa, zero sugar, maupun jenis diet, semuanya tetap saja mengandung gula. Kebanyakan gula biasanya memicu obesitas, diabetes tipe 2, serangan jantung, dan juga stroke. Gula dalam Coca-Cola juga cepat diserap tubuh, sehingga membuat peminumnya mudah lelah dan meningkatkan keinginan makan makanan manis yang lebih banyak.
Asam fosfat
Asam fosfat adalah senyawa tak berbau yang memberi rasa pada Coca-Cola. Asam fosfat ini biasanya efektif menghilangkan karat pada besi. Kebanyakan asam fosfat akan merusak ginjal dan klemahkan tulang.
Bisphenol A
Hampir semua orang tahu tentang bisphenol A. Senyawa ini biasanya ditemukan dalam botol bayi, alat makan plastik, tempat CD, termasuk kaleng Coca-Cola. Bisphenol A sifatnya mirip hormon estrogen, sehingga mampu merusak keseimbangan tubuh. Banyak penelitian yang sudah menyebutkan bisphenol A mampu memicu kanker, kerusakan hati, obesitas, diabetes, dan masalah ketidaksuburan.
Asam sitrat
Asam sitrat biasa ditemukan pada jeruk atau grapefruit. Rasa asam ini bisa merusak gigi jika dikonsumsi berlebihan. Penelitian dalam jurnal General Dentistry menyebutkan bahwa Coca-Cola bersifat sepuluh kali merusak gigi daripada buah jeruk.
Di antara bahan-bahan Coca-Cola tersebut di atas, sepertinya tidak ada satupun yang bersifat menyehatkan. Selain itu, bisa saja ada banyak bahan baku lain yang sengaja dirahasiakan oleh pihak Coca-Cola karena alasan tertentu

“Sebagai tambahan , MythBusters menyimpulkan bahwa struktur fisikal dari mentos adalah yang paling berpengaruh dari ledakan itu. Ketika mentos rasa buah itu di tes perlahan lahan dengan air berkarbonasi , tidak ada reaksi yang terjadi. Tapi ketika mentos standar (rasa mint) ditambahkan ke air berkarbonasi , maka menimbulkan letupan kecil. Mereka menambahkan dan mengkonfirmasi teori letupan tersebut. Menurut MythBusters, permukaan dari mentos rasa mint dialasi dengan banyak lubang kecil yang membuat gelembung CO2 terbentuk dengan sangat cepat dengan jumlah yang banyak , yang menyebabkan letupan “ jet” itu terjadi. Teori ini juga didukung ketika garam padat digunakan sebagai subtitusi (pengganti) dari mentos serta sedikit dari alkohol atau minuman keras dari berbagai jenis juga bisa menyebabkan ledakan tersebut terjadi.”

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan :
Pengaruh ledakan atau buih yang dihasilkan dari campuran antara minuman coca cola dengan permen mentos adalah kepada bnyak apa tidaknya zat kimia yang terdapat pada permen mentos. Dapat diartikan bahwa semakin banyak permen mentos yang dicampur kedalam minuman coca cola, maka peluang kemunculan buih lebih banyak.
Banyaknya kandungan yang tidak baik untuk tubuh yang terdapat pada minuman coca cola. Beberapa contoh, Pewarna (yang diduga memicu kanker), Kafein membuat detak jantung menjadi lebih cepat dan meningkatkan darah tinggi, dan lain lainya yang masih banyak lagi.

Saran
Tidak terlalu sering mengonsumsi minuman yang bersoda, serta tidak minum coca cola sambil makan permen mentos.

Daftar Pustaka
Sumber google
https://www.google.com/search?q=contoh+laporan+ilmiah+dari+coca+cola+dan+permen+mentos&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&channel=sb#rls=org.mozilla:en-US:official&channel=sb&q=saran+dari+laporan+ilmiah+coca+cola
http://indralesman.blogspot.com/2011/08/inilah-yang-terjadi-bila-coca-cola.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMBUAT DATA VALIDATION (LIST) PADA EXCEL

CONTOH LAPORAN KIMIA

MAKALAH IMAN MENURUT ISLAM